9:54 pm - Sabtu Januari 16, 2021

Sastra

Terbaru on Sastra
Wahai Para Pemimpin Indonesia

Wahai Para Pemimpin Indonesia

Kau di pilih bukan untuk foya-foya Kau di percaya bukan untuk hura-hura Kau di pilih bukan di buru KPK Wahai para pemimpin bangsa… Masih ingatkah anda…? Bagaimana harapan bangsa Indonesia…? Bagaimana penderitaan rakyat anda…? Maka Selagi masih kau belum di jebloskan ke... baca yukk »

Menanti Barokah [1]

Menanti Barokah [1]

Ahmadi anak asal pulau Madura Sumenep bergegas ingin belajar ilmu di Pesantren. Persiapan matang Ia harus lakukan dengan berbekal seonggok makan dan uang transportasi secukupnya, sebab Ia di desanya termasuk anak fakir miskin. Akan tetapi walaupun keadaan mepet harta seperti itu, semangat... baca yukk »

Jangan Biarkan Cinta Berlalu…!

Jangan Biarkan Cinta Berlalu…!

Cinta pada nabi Muhammad SAW tidak hanya di ukur dengan ungkapan lisan, dan goresan prilaku. Namun cinta kepada nabi selalu seirama dengan hati dan meniadakan ungkapan semu yang bersifat nisbi. Semakin sempurna orang yang dicintai, maka di situlah tempat tumbuhnya kecintaan. Sedangkan Rasulullah... baca yukk »

Menjelang Pesta Tanda Tanya Rakyat

Menjelang Pesta Tanda Tanya Rakyat

tunggu jangan dulu menggerutu mimpi-mimpi berserakan dikunyah gelombang tunggu jangan dulu menggerutu kita belum benar-benar bersyukur bahwa nyawa yang tanpa sewa masih semayam dalam raga tunggu jangan dulu menggerutu kita belum benar-benar bersyukur bahwa yang pertama kali kita dengar adalah suara... baca yukk »

More from Sastra

[Cerpen] Harapan di Ujung Senja

Diana belum juga mengangkat kepalanya. Dia hanya tertunduk, bertumpu pada kedua siku kaki yang dilipatnya. Ia berusaha menahan napas, rasanya tak ada alasan jika detik ini juga napasnya... baca yukk »

[Cerpen] Maka Nikmat Tuhan-mu yang Manakah yang Kamu Dustakan?

“Fabayyi aalāirabbikumaa tukadz dzibaan (77).Tabarakasmurabbika dzil jalaali wal ikraam (78).Shadaqallahul ‘azhiim”.Potongan ayat ini membuat Dini terdiam sejenak. Maka nikmat... baca yukk »

[Cerpen] Cintaku Sempurna dalam Ta’aruf

Pagi ini Meta sangat tergesa-gesa menuju kampus setelah menyiapkan sekotak makanan yang akan dibawanya untuk diberikan kepada seseorang. “Ta, kamu sudah mau berangkat?” Tanya Dina... baca yukk »

Tapak-Tapak Pencari Ilmu

O…. Para Pencari Ilmu Senyapmu Lebih Sunyi Daripada Penghuni Kubur Biarkan Tapak Melebur Berpikir Tentang Sesuatu Sampai Lelah Di Titik Paling Lemah Sampai Tanya Tak Sekedar Bahasa.. O... baca yukk »

Aku Rasakan

Tentang apa yang aku rasakan sedih pun tak mampu menampakkannya derita pun tak mampu mewujudkannya galau pun tak mampu mewakilinya putus asa pun tak mampu menjadi titik akhirnya mati pun tak mampu... baca yukk »