7:05 am - Rabu Juli 8, 2020

Terkait Aplikasi Kitab Suci Aceh, Pengembang Harus Paham Kearifan Lokal

152 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Sub Bagian Kerukunan Umat Beragama dan Ortala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh  menilai aplikasi Kitab Suci Aceh yang diunggah di playstore oleh Faith Comes By Hearing mengusik kerukunan beragama yang sudah terjalin sejak lama di Aceh.

Aplikasi tersebut berisi terjemahan kitab Injil, Taurat dan Zabur dalam bahasa Aceh.

Hal tersebut disampaikan Kasubbag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Aceh, Muhammad Nasril, Lc. MA.

Menurutnya, mencatut nama Aceh dalam sebuah aplikasi yang memuat terjemahan kitab suci agama lainnya sangat tidak tepat dan dapat meresahkan warga.

“Silahkan cari nama lain yang tidak ada unsur provokasi. Jika kita lihat antara nama aplikasi dengan isinya tidak ada kaitannya,” kata Nasril, Sabtu, 30 Mei 2020.

Ia mengatakan, pihak pengembang silahkan berkarya, namun harus memperhatikan kearifan lokal masyarakat suatu daerah, jika memang aplikasi tersebut berkaitan dengan daerah tertentu.

“Itu tidak cocok dengan kearifan lokal masyarakat Aceh kalau nama aplikasi itu ditulis kitab suci Aceh. Maunya langsung saja ditulis kitab suci agama apa kemudian di bawahnya ditulis bahasa apa, tidak seperti yang sedang beredar saat ini,” ujar pria yang pernah menjabat Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Aceh itu.

Nasril mengatakan, pihaknya meminta pihak pengembang aplikasi  tersebut untuk segera mengubah namanya.

“Aceh sangat rukun saat ini, jangan usik kerukunan tersebut hanya dengan aplikasi,” kata Nasril. (Kemenag-aceh)

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
News Feed
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Sambangi Dayah Al-Inabah Manggie, Ini Pesan KASREM 012/TU

Santri Balik ke Dayah, Pendaftaran Santri Baru Mudi Mesra Dibuka Secara Online

Related posts