1:22 pm - Senin Januari 27, 2020

7 Tips Mendampingi Anak Laki-laki di Masa Pubertas

915 Viewed

7 Tips Mendampingi Anak Laki-laki di Masa Pubertas

Pada anak laki-laki, pubertas umumnya terjadi pada usia 10 – 14 tahun yang ditandai dengan perubahan sebagai berikut: Perubahan fisik yaitu berupa perubahan suara, mengalami mimpi basah dan ereksi spontan, kulit menjadi cepat berminyak dan berjerawat serta perubahan ukuran tubuh khususnya tangan dan kaki yang tumbuh lebih cepat dibandingkan masa kanak-kanak.

Perubahan psikis: ditandai dengan ketertarikan terhadap lawan jenis dan egosentris yang besar.

Perubahan sosial: cenderung mengidentifikasi diri dengan kelompoknya dan punya rasa ingin tahu yang besar untuk mencoba pengalaman baru.

Dalam menghadapi anak laki-laki pada masa pubertas, ada beberapa tips yang dapat sahabat Ummi lakukan, yaitu:

1.Berbagi tugas dengan suami

Anak laki-laki akan merasa lebih nyaman saat bercerita tentang perubahan yang dialaminya kepada sang ayah, terutama yang terkait dengan hal sensitif seperti mengalami mimpi basah dan ereksi spontan. Maka dalam hal ini, sahabat Ummi sebaiknya berbicara dengan suami agar mempersiapkan diri untuk menjadi pendengar dan penasehat yang baik terhadap anak dalam menghadapi perubahan ini, termasuk berbicara tentang hukum fiqih yang terkait dengan hal tersebut.

2.Menjadikan anak sebagai sahabat

Pada masa ini, pola pendidikan terhadap anak tidak lagi sama seperti saat mereka masih anak-anak. Seorang anak yang berangkat remaja lebih senang diperlakukan sebagai sahabat dan dihargai ketimbang dididik dengan cara diperintah, didikte, dibentak dan dihukum. Oleh karenanya, sahabat Ummi dianjurkan untuk lebih banyak menyelami dunia remaja dan banyak berkomunikasi dengan sang anak agar bisa menciptakan situasi “persahabatan” yang menyenangkan dengan anak.

3.Lebih sabar dan bijak

Salah satu perubahan psikis yang terjadi pada remaja khususnya remaja pria adalah mengalami egosentris yang sangat tinggi. Dia merasa dirinya paling benar dan tidak ada orang yang bisa mengerti dirinya. Maka untuk menghadapi situasi ini, sahabat ummi sebaiknya bersikap lebih sabar dan bijak agar perubahan ini tidak memicu pertengkaran dan konflik dengan sang anak.

4.Memberi kepercayaan dan tanggung jawab

Sejalan dengan keinginan sang remaja untuk lebih dihargai, ini menjadi waktu yang tepat untuk sahabat Ummi memberikan mereka kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar. Selain melatih mereka untuk kelak menjadi seorang pria dewasa yang bertanggung jawab, hal ini juga membuat mereka merasa lebih dihargai dan tak lagi dianggap masih anak-anak.

5.Lakukan pengawasan yang proporsional

Remaja laki-laki cenderung suka berteman dengan cara berkelompok dan mencoba hal-hal yang baru bersama teman-temannya. Hal ini terkadang menimbulkan kecemasan akan dampak negatif pergaulan dan lingkungan terhadap anak.

Maka dalam hal ini, sudah menjadi kewajiban kita untuk melakukan pengawasan secara proporsional tanpa membatasi pergaulan mereka.Pengawasan dapat kita lakukan dengan cara mengetahui dan mengenal siapa teman-teman anak kita, kemana mereka pergi, jam berapa harus pulang, juga memastikan bahwa aktivitas yang mereka lakukan bukanlah sesuatu yang negatif.

Jika mengendus perubahan yang cenderung destruktif dalam diri sang anak, jangan ragu-ragu untuk menegur dan mengingatkan sebelum telanjur menjadi kesalahan fatal, karena pada umumnya segala sesuatu yang “terlambat” adalah akibat kelalaian orang tua mengidentifikasi perubahan awal yang terjadi pada anak.

6.Tanamkan pendidikan agama

Agama adalah pondasi penting dalam diri setiap insan. Maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menanamkan pendidikan agama terhadap anak-anak dan semakin memperkuat pondasi tersebut saat usia mereka sudah berangkat remaja.

7.Berdoa mohon perlindungan kepada Allah swt

Kita tidak mungkin mengawasi sang anak sepanjang waktu, juga tidak mungkin mengawasi apa yang mereka lakukan saat sedang tidak berada di sisi kita. Maka jalan terbaik yang harus kita lakukan adalah memohon perlindungan dan keselamatan atas anak-anak kita kepada Allah swt. Doa ibu untuk anaknya adalah doa yang mustajab dan mempunyai peran penting dalam perjalanan hidup sang buah hati.

Jadi, tetaplah doakan anak-anak kita ya Sahabat Ummi, agar anak-anak kita terhindar dari pengaruh negatif pergaulan dan lingkungan yang saat ini kian mengancam moralitas dan menggerogoti kualitas para generasi muda.

Semoga bermanfaat.

Sumber : Ummi Online

Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Ngaji Itu Penting, Bukan Sekedar Membaca Al-Qur’an

“7 Kalimat As-sa’adah, Yang Bahagianya Berlanjut di Akhirat”

Related posts