3:59 am - Senin September 21, 2020

Jangan Remehkan Maksiat

122 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Menjadi seorang muslim memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus selalu dilaksanakan, semisal shalat lima waktu yang merupakan perintah wajib agar dilaksanakan setiap harinya. Menjadi seorang muslim juga memiliki kewajiban dalam mempertahankan keimanan dan berusaha menjauhi kekufuran.

Dalam perjalanannya, umat Islam selalu dihadapkan dengan godaan untuk meninggalkan apa yang dianjurkan bahkan diperintahkan oleh agama. Faktornya banyak, ada yang karena disibukkan dengan persoalan dan urusan duniawi. Ada pula yang terjadi karena lemahnya iman disebabkan dosa yang sudah dilakukan.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh ulama kharismatik Habib Taufiq Assegaf, segala hal yang berbentuk kemaksiatan dan berakibat dosa akan menuju ke dalam satu titik, yaitu titik kekufuran. Ketika seseorang sudah melakukan maksiat, seperti apapun kecilnya, maka akan bisa berujung kepada kekufuran oleh sebab mengentengkan maksiat.

Habib Taufiq Assegaf menjelaskan dan merinci secara runtun mengenai orang yang sering mengentengkan perbuatan maksiat yang pada akhirnya berakibat kepada dosa. Habib Taufiq Assegaf mengatakan,

“Siapa orang yang mengentengkan makruh, maka sebentar lagi akan melakukan dosa kecil. Siapa orang yang mengentengkan dosa kecil sebentar lagi dia akan melakukan dosa besar. Siapa orang yang mengentengkan dosa besar sebentar lagi dia akan kufur. Artinya semua itu akan mengantarkan kepada kekufuran.”

Dengan penjelasan itulah, inti dari semua dosa yang telah dilakukan adalah bertujuan pada kekufuran. Pekerjaan maksiat yang kecil kemudian meningkat menjadi maksiat yang sangat besar, kemudian membuat orang menjadi lemah iman dan akhirnya secara tidak sada menjadi kufur.

Begitupula ketika seorang sudah mengentengkan pekerjaan yang diperintahkan oleh Allah. Maka Habib Taufiq Assegaf menyampaikan bahwa barang siapa orang yang dia itu meninggalkan atau mengentengkan sunah, maka sebentar lagi mengentengkan wajib. Siapa orang yang mengentengkan wajib sebentar lagi mengentengkan iman. Siapa yang mengentengkan iman bisa kufur. Begitupun seterusnya.

Dari sinilah kita juga tahu bahwa ketika seorang muslim mulai mengentengkan ibadah sunah, maka tidak menutup kemungkinan selanjutnya ia akan juga mengentengkan hal yang wajib. Bahkan ketika yang wajib sudah tidak lakukan, di situlah akan timbul lemahnya iman yang kemudian berpotensi besar dalam melahirkan kekufuran.

“Segala perbuatan maksiat itu nanti titiknya kufur. Na’udzubillahi min dzalik, karena itu jangan dientengkan perbuatan maksiat karena itu adalah bahaya. Racun setetes racun itu adalah berbahaya.” Demikian ungkap Habib Taufiq Assegaf.

Oleh karenanya, mari jangan sekali-kali kita mengentengkan perbuatan maksiat yang mengakibatkan berdosa, sekecil apapun, karena itu akan mengantarkan kepada kekufuran. Begitupula kita sudah seharusnya tidak mengentengkan ibadah-ibadah yang bersifat sunah, sebab jika sudah mengentengkan ibadah yang sunah, maka bukan hal mustahil akan juga mengentengkan ibadah yang wajib.

Dengan demikian tulisan ini merupakan penjelasan dari Habib Taufiq Assegaf tentang imbauan agar kita tidak mengentengkan kemaksiatkan, seperti apapun kecilnya. Harapannya, tulisan seperti ini bisa menjadi pengingat kepada kita semua (terutama kepada penulis) agar tidak mengentengkan kemaksiatan. Semoga. (Laduni)

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

KH Said Aqil: Pernikahan adalah Pertemuan Moral dan Budaya Dua Mempelai

KH. M. Hasyim Latief Sang Ulama Ahli Hadis

Related posts