12:00 am - Kamis September 24, 2020

Menjamah Waktu, Melahirkan Ibadah

1460 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

“Hiasi hidupmu dengan zikir dan fikir” adalah salah satu pesan KH.R. Ahmad Azaim Ibrahimy kepada santri Ma’had Aly pada acara penutupan Musabaqah Al-Kaisiyyah, yang diadakan oleh lora Abdurrahman al-Kayyis. Secara tidak langsung beliau mengingatkan kepada santrinya untuk selalu menghargai dan memperhatikan waktu. Karena orang yang pintar bukanlah orang yang mempunyai IQ yang tinggi, tapi orang pintar adalah orang yang bisa memanfaatkan waktunya sebaik mungkin. Kesuksesan dan kebahagiaan seseorang tergantung kepada sejauh mana ia memanfaatkan waktunya dalam kebaikan. Agama Islam mengenalkan kepada penganutnya terhadap nilai waktu yang begitu besar, sebab setiap nafas yang keluar, setiap waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi. Hal ini selaras dengan sebuah kalam hikmah

Artinya; Waktu itu bagaikan pedang, jika kamu tidak bisa mengendalikannya maka kamu akan dibunuhnya.

Setidaknya dalam kalam hikmah ini dapat diambil inti sari, bahwa waktu merupakan suatu hal yang harus diperhatikan dan diisi dengan hal-hal yang positif dan bernilai ibadah. Karena sedikit saja lengah, tidak memperhatikan waktu yang dimiliki, maka akan menimbulkan penyesalan dan kerugian dimasa mendatang. Mumpung masih hidup perbanyaklah amal saleh dan selalu berusaha memberi manfaat kepada orang lain. Karena dunia adalah tempat untuk bercocok tanam dan hasilnya akan kita petik kelak diakhirat. Apa saja yang kita kerjakan di dunia ini usahakan harus bernilai ibadah dan menjadi perantara dalam meraih ridhanya Allah I Syaikh Zainuddin bin Ali al-Malibari pengarang nazhaman Hidayah al-Adzkiya’ ila Thariq al-Auliya’ menjelaskan;

واصرف الى الطاعة وقتك كلّه   #    لا تتركن وقتا سدى متساهلا

Artinya; Gunakanlah semua waktumu untuk taat kepada Allah I, jangan kamu meremehkan dan membiarkan waktumu hilang dengan sia-sia.(Hidayah al-Adzkiya’ ila Thariq al-Auliya’)

Dalam bait ini syaikh Zainuddin mengajarkan kepada kita untuk selalu mengisi waktu yang dimiliki dengan taat kepada Allah Idan menjauhi perkataan dan perbuatan yang tidak berguna, karena dalam hal ini Nabi Muhammad r, bersabda yang artinya;Dari Abi Hurairah ra, Rasulullha r bersabda, “ termasuk kebagusan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” Hadits hasan riwayat Turmudzi (Ta’limul ahab Ahadits al-Nawawi wabnu Rajab;hal 2)

Disamping itu yang menjadi pertanyaan apakah mungkin mengisi semua waktu yang kita miliki denganibadah kepada Allah I, apalagi sebagai manusia, kita butuh makan, minum, bekerja, dan sebagainya. Jawabannya sangat mungkin, sebab semua perbuatan mubah jika diniatkan untuk ibadah maka akan bernilai ibadah, misalkan ketika makan kita niatkan agar kuat dan semangat dalam beribadah kepada Allah I. Dalam konteks ini Imam Ibnu Ruslan menjelaskan di dalam kitabnya, Shafwah al-Zubad;

لكن اذا ما نوى بأكله القوى      #      لطاعة الله له ما قد نوى

Artinya; apabila seseorang ketika makan berniat mencari kekuatan untuk taat kepada Allah I, maka ia akan mendapatkan pahala sesuai dengan apa yang diniatkan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, pekerjaan apa saja yang dilakukan asalkan diperbolehkan oleh syara’dan diniatkan untuk ibadah maka akan bernilai ibadah. Semetara itu ada dua hal yang perlu dilakukan agar sebuah kehidupan memiliki keunggulan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Abdullah Gymnastiar dalam bukunya Demi Masa. Pertama, waktu boleh sama tapi isi harus beda. Cobalah bayangkan, andaikata dalam suatu perlombaan balap sepeda, dalam satu detik si A berhasil mengayuh satu putaran, si B setengah putaran, dan si C mengayuh dua putaran. Siapa yang berhak jadi juaranya? Maka, dengan meyakinkan si C-lah yang akan berpeluang menjadi juara. Mengapa? Karena pada detik yang sama si C dapat berbuat lebih banyak dari yang lain. Kedua, sekarang harus lebih baik daripada tadi.Waktu adalah modal kita dalam mengarungi kehidupan ini. Kalau modal itu dioptimlakan maka beruntunglah kita, tapi kalau modal itu disia-siakan maka pasti akan rugilah kita. Jika hari ini sama dengan hari kemarin berarti kecepatan kita sama, tak ada peningkatan, dan tidak akan pernah menyusul siapapun. Andaikata orang lain selalu meningkat maka kita akan tertinggal. Rasulullah rmengingatkan kita dengan sabdanya, “Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka dia termasuk orang-orang yang merugi.”(HR Dailami)

Yang harus diingat setelah iman, adalah waktu merupakan hal yang paling berharga bagi seorang muslim, waktu itu amanah dan milik Allah. Oleh karena itu, untuk meminimalisir penyesalan dimasa mendatang, maka jangan main-main dengan waktu, kita harus berusaha dan berusaha untuk selalu menjaga umur kita, masa muda kita dengan mengisi ibadah kepada Allah I menuntut ilmu, dan memberi manfaat orang lain. Sehingga kita tergolong orang yang hidup bahagia dunia akhirat.

Oleh: Imam Al-Gozali, Jambi, Img: apeximg

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Madharat dan Dosa di Balik Kerudung Seksi

Azan Membuat Gadis Yunani Jatuh Hati pada Islam

Related posts