11:03 am - Rabu September 23, 2020

Program LTM NU Wujudkan Eksistensi Masjid Se-Nusantara

2290 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Pada tanggal 20-21 September 2014, kami berempat dari PCNU Jember yaitu HM. Misbahus Salam, H. Dawam Wahid (PC) dan H. Achmad Fauzi dan H. Abdul Munip (PC LTM NU Jember) mengikuti acara Pimpinan Pusat Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang menyelenggarakan Rapimnas II regional Jawa Timur di Hotel Gajah Mada Malang. Dalam acara tersebut dihadiri oleh Pengurus Cabang (Syuriyah,Tanfdziyah), dan PC. LTM NU se Jawa Timur. KH. Abdul Manan A. Ghani selaku ketua PP. LTM NU menyampaikan bahwa masjid yang ada di Indonesia ini 80% dibangun oleh warga NU. Dari itu kita harus bisa menjaga, merawat dan mengembangkan eksistensi Masjid menjadi pusat perjuangan Islam. Jangan sampai Masjid yang dibangun oleh warga NU ini diambil alih oleh RCTI (rombongan celana cingkrang) yang membawa missi ajaran berbeda dengan ajaran Ahlussunah wal jama’ah. Bila perlu disetiap Masjid ada pengurus kelompok anak ranting (KAR) NU dan di Masjid itu ada gambar NU. KH. Abdul Manan juga meminta kepada PC LTM NU untuk mengadakan rapat pimpinan daerah (rapimda) untuk mensosialisasikan program LTM dan mengadakan diklat muharrik Masjid.

Dalam acara rapimnas LTM ini diundang beberapa tokoh diantaranya ; Ibu Mufidah Kholil; dia menjelaskan agar setiap Masjid ada Posdaya. Artinya supaya Masjid itu memiliki fungsi pemberdayaan keagamaan, pendidikan, kesehatan dan ekonomi untuk masyarakat sekitar Masjid. Posdaya yang ada itu akan kami sinergikan dengan lembaga-lembaga terkait agar fungsi Masjid tidak hanya terkesan hanya untuk ibadah ritual saja tapi ada fungsi ibadah sosialnya sehingga dapat membina dan membangun kehidupan masyarakat yang maslahah dunia-akhirat.

Kemudian ada informasi menarik yang disampaikan oleh Bapak DRS. Samsuddin Syam yang pernah puluhan tahun ada di Jepang. Salah satu Pimpinan Pusat LTM NU ini mengutarakan bahwa di Jepang sekarang sudah tidak ada remaja, yang banyak orang-orang berumur tua antara 60-70 tahun. Keadaan ini karena ada keinginan dari masyarakat Jepang untuk punya anak dua atau satu saja. Mereka yang sudah usia lanjut, yang difikirkan adalah hidup sesudah mati. Akhirnya mereka sekarang butuh da’i-da’i yang dapat berdakwah untuk meyakinkan mereka terhadap kebenaran Islam. Lewat LTM NU ini kita mengirim para imam masjid dan da’i ke Jepang.

Dalam rapimnas juga mengundang Bapak Putut Wijaya, perwakilan dari Bank Mandiri. Dia mengajak agar Ta’mir Masjid dimanapun berada bisa bekerjasama dengan Bank Mandiri. Bentuk kerjasama ini bisa berupa tabungan uang Masjid dari hasil infaq – shadaqah, atau berupa pemberian kredit usaha bagi warga sekitar masjid yang ingin memajukan usahanya.

Kemudian ada penjelasan dari LTM – PBNU divisi Umroh, Bapak H. Lutfi Hermansyah. Bahwa masyarakat Indonesia yang umrah pertahun sekitar satu juta orang, dan itu mayoritas warga NU. Dari itulah LTM PBNU divisi umrah membuat program paket perjalanan umrah agar pelaksanaan ibadahnya sesuai dengan ajaran NU dan bila ada keuntungan kembali pada NU. Saat ini masih banyak warga NU yang ikut traivel diluar orang NU, bahkan milik non muslim. Jaringan yang dimiliki NU harus kita manfaatkan, dan upaya untuk menyadarkan pengurus dan warga NU terus kita lakukan, agar warga NU bangga dengan organisasinya sendiri.

Setelah penulis mengikuti secara seksama Rapimnas LTM NU yang juga dihadiri oleh PLT Rais Am PBNU, KH. Mustofa Bisri ini, terobosan program yang dilakukan oleh LTM PBNU sungguh sangat bermanfaat, terutama dalam menjaga, mempertahankan dan mengembangkan aqidah aswaja ditengah-tengah masyarakat. Pada saat fungsi masjid baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan infaq-shadaqahnya berjalan sesuai dengan yang diharapkan, serta diatur dengan menejement yang professional maka masyarakat disekitar Masjid akan merasa terayomi dan mereka tidak mungkin bisa dipengaruhi oleh aliran-aliran sesat atau aliran islam radikal maupun liberal. Mereka akan patuh dan tunduk pada warisan islam yang telah dikembangkan oleh para wali songo, yang saat ini diteruskan oleh para pengasuh pondok pesantren, guru-guru ngaji (kyai-kyai NU), sehingga menjadi Islam nusantara. Semoga apa yang telah dihasilkan dalam rapimpnas ini dapat terlaksana hingga sampai dipelosok desa, dan Masjid-Masjid warga NU menjadi makmur dan memberi manfaat bagi para jamaah masjid.

HM. Misbahus Salam, M.Pd.I Wakil ketua PCNU Jember.

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Tim Cyber Dakwah Juara KTI Santri Nasional

Pertahankan Prinsip, Pebasket Qatar Tolak Lepas Jilbab di Asian Games

Related posts