2:15 pm - Rabu Juni 3, 2020

Pelajar dan Santri Harus Kenal NU Sejak Dini

1328 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Jombang, Cyberdakwah — Para santri dan pelajar yang menempuh pendidikan di pesantren nantinya diharapkan menjadi kader penerus Nahdlatul Ulama (NU). Karenanya membekali mereka dengan materi Aswaja dan NU adalah jawaban nyata agar kelak menjadi kader andalan.

KH Irfan Sholeh selaku Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur merasa sangat prihatin kalau kemudian ada santri serta pelajar yang terlibat dalam gerakan Islam garis keras ataupun kiri.
“Kami sangat tidak ingin bila ada santri maupun pelajar alumni pesantren ini yang keluar dari Nahdlatul Ulama,” kata Gus Irfan, sapaan akrabnya, Sabtu (4/4). Apalagi seperti diketahui para pimpinan dan pengasuh Pesantren Tambakberas adalah aktifis NU. Bahkan KH Abdul Wahab Chasbullah yang nota bene salah seorang pengasuh pesantren ini adalah di antara pendiri NU bersama sejumlah kiai lain, lanjutnya.

Karenanya mengenalkan NU sejak dini adalah sebuah jawaban bagi ketersediaan kader dan penerus NU di masa mendatang. “Saya sangat bangga kalau sejak dini para pelajar di sekolah ini bisa dikenalkan keberadaan NU,” tandasnya. Karenanya Gus Irfan sangat berterimakasih atas itikad baik kepengurusan IPNU dan IPPNU Jombang yang telah mendirikan kepengurusan Komisariat IPNU dan IPPNU di MTsN Bahrul Ulum.

Beliau juga mengisahkan bahwa ada salah seorang santri di pesantren ini yang ternyata terlibat dalam gerakan Islam keras, seperti aliran Wahabi serta Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI. “Karenanya saya mendukung kegiatan yang diselenggarakan IPNU dan IPPNU di sekolah ini,” tandasnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Sekolah MTsN Bahrul Ulum Tambakberas, Muhammad Syua’ib. Baginya, NU identik dengan Pesantren Tambakberas. “Karena pendiri NU adalah dari pesantren ini,” terangnya. Selaku pimpinan sekolah, ia merasa sangat berdosa kalau para siswa dan siswinya tidak kenal dengan baik keberadaan NU. “Karena itu para pelajar di MTsN Tambakberas harus aktif di IPNU dan IPPNU,” ungkapnya.

Apa yang disampaikan KH Irfan Sholeh dan Muhammad Syua’ib sebagai matarangkai dari kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di MTsN Bahrul Ulum Tambakberas. Kegiatan berlangsung dua hari yakni hari Kamis (2/4) serta Sabtu (4/4).
“Kegiatan Makesta harus dilaksanakan selama dua kali pertemuan karena menyesuaikan dengan jadwal sekolah yakni dari jam 7 pagi hingga 12 siang,” kata Ketua PC IPNU Jombang, Abdur Rosyid.
Lokasi kegiatan yang diikuti 680 siswa dan siswi kelas akhir tersebut di GOR pesantren setempat. Hadir sebagai pemateri antara lain KH Taufiq Abdul Jalil yang mengupas tentang Aswaja NU, juga Dr H Ainur Rofiq yang menyampaikan materi ke NU an. Sedangkan rekan dari PC IPNU dan IPPNU Jombang memberikan materi seputar organisasi pelajar tersebut, organisasi serta kepemimpinan. (s@if)

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Kemenag Ajak Masyarakat Shalat Gerhana Bulan

Terkait Mahasiswa Jatim di Yaman, Gus Ipul Berharap Segera Dievakuasi

Related posts