Sebaik-baik Shalat Wanita di Rumah

0
518

Sebaik-baik Shalat Wanita di Rumah

Sebaik-baik shalat wanita adalah di rumahnya. Karena Allah memerintahkan pada wanita untuk berdiam diri di rumah. Namun tidak mengapa ia keluar asalkan memperhatikan aturan seperti menutup aurat dan tidak menggoda pria.

Dalam ajaran Islam, shalat wanita lebih baik di rumah. Dari Ummu Salamah, Rasulullah shallallahu ā€˜alaihi wa sallam bersabda,

Ų®ŁŽŁŠŁ’Ų±Ł Ł…ŁŽŲ³ŁŽŲ§Ų¬ŁŲÆŁ Ų§Ł„Ł†Ł‘ŁŲ³ŁŽŲ§Ų”Ł Ł‚ŁŽŲ¹Ł’Ų±Ł ŲØŁŁŠŁŁˆŲŖŁŁ‡ŁŁ†Ł‘ŁŽ

ā€œSebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.ā€ (HR. Ahmad 6/297. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguatnya).

Dari ā€˜Abdullah bin Mas’ud, Nabi shallallahu ā€˜alaihi wa sallam bersabda,

ŲµŁŽŁ„Ų§ŁŽŲ©Ł Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŽŲ±Ł’Ų£ŁŽŲ©Ł فِى ŲØŁŽŁŠŁ’ŲŖŁŁ‡ŁŽŲ§ Ų£ŁŽŁŁ’Ų¶ŁŽŁ„Ł مِنْ ŲµŁŽŁ„Ų§ŁŽŲŖŁŁ‡ŁŽŲ§ فِى Ų­ŁŲ¬Ł’Ų±ŁŽŲŖŁŁ‡ŁŽŲ§ ŁˆŁŽŲµŁŽŁ„Ų§ŁŽŲŖŁŁ‡ŁŽŲ§ فِى Ł…ŁŽŲ®Ł’ŲÆŁŽŲ¹ŁŁ‡ŁŽŲ§ Ų£ŁŽŁŁ’Ų¶ŁŽŁ„Ł مِنْ ŲµŁŽŁ„Ų§ŁŽŲŖŁŁ‡ŁŽŲ§ فِى ŲØŁŽŁŠŁ’ŲŖŁŁ‡ŁŽŲ§

ā€œShalat seorang wanita di rumahnya lebih utama baginya daripada shalatnya di pintu-pintu rumahnya, dan shalat seorang wanita di ruang kecil khusus untuknya lebih utama baginya daripada di bagian lain di rumahnyaā€ (HR. Abu Daud no. 570. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Kenapa sampai wanita lebih bagus shalat di rumahnya, bahkan lebih bagus di ruangan di kamarnya yang lebih khusus untuknya? Karena seperti itu akan lebih menutupi dirinya (Lihat ā€˜Aunul Ma’bud, 2: 195).

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, ā€œShalat jama’ah bagi wanita itu lebih baik di rumahnya daripada mendatangi masjid. … Dan shalat wanita di rumahnya itu lebih menutupi dirinya dan lebih afdholā€ (Al Majmu’, 4: 198).

Shalat wanita di rumah adalah pengamalan dari perintah Allah agar wanita diam di rumah. Allah Ta’alaberfirman,

ŁˆŁŽŁ‚ŁŽŲ±Ł’Ł†ŁŽ فِي ŲØŁŁŠŁŁˆŲŖŁŁƒŁŁ†Ł‘ŁŽ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŲŖŁŽŲØŁŽŲ±Ł‘ŁŽŲ¬Ł’Ł†ŁŽ ŲŖŁŽŲØŁŽŲ±Ł‘ŁŲ¬ŁŽ Ų§Ł„Ł’Ų¬ŁŽŲ§Ł‡ŁŁ„ŁŁŠŁ‘ŁŽŲ©Ł Ų§Ł„Ł’Ų£ŁŁˆŁ„ŁŽŁ‰

ā€œDan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahuluā€ (QS Al Ahzab: 33).

Nabi shallallahu ā€˜alaihi wa sallam juga bersabda, ā€œWanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-lakiā€ (HR. Tirmidzi no. 1173, shahih).

Namun jika wanita ingin melaksanakan shalat berjama’ah di masjid selama memperhatikan aturan seperti menutupi aurat dan tidak memakai harum-haruman, maka janganlah dilarang. Dari Salim bin Abdullah bin Umar bahwasanya Abdullah bin ā€˜Umar berkata, ā€œAku mendengar Rasulullah shallallahu ā€˜alaihi wa sallam bersabda,

Ł„Ų§ŁŽ ŲŖŁŽŁ…Ł’Ł†ŁŽŲ¹ŁŁˆŲ§ Ł†ŁŲ³ŁŽŲ§Ų”ŁŽŁƒŁŁ…Ł Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŽŲ³ŁŽŲ§Ų¬ŁŲÆŁŽ Ų„ŁŲ°ŁŽŲ§ Ų§Ų³Ł’ŲŖŁŽŲ£Ł’Ų°ŁŽŁ†Ł‘ŁŽŁƒŁŁ…Ł’ Ų„ŁŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡ŁŽŲ§

ā€œJanganlah kalian menghalangi istri-istri kalian untuk ke masjid. Jika mereka meminta izin pada kalian maka izinkanlah diaā€ (HR. Muslim no. 442).

Sekali lagi, dilarang memakai harum-haruman ketika keluar rumah. Dari Abu Hurairah, Nabishallallahu ā€˜alaihi wa sallam bersabda,

Ų£ŁŽŁŠŁ‘ŁŁ…ŁŽŲ§ Ų§Ł…Ł’Ų±ŁŽŲ£ŁŽŲ©Ł Ų£ŁŽŲµŁŽŲ§ŲØŁŽŲŖŁ’ ŲØŁŽŲ®ŁŁˆŲ±Ł‹Ų§ ŁŁŽŁ„Ų§ŁŽ ŲŖŁŽŲ“Ł’Ł‡ŁŽŲÆŁ’ Ł…ŁŽŲ¹ŁŽŁ†ŁŽŲ§ Ų§Ł„Ł’Ų¹ŁŲ“ŁŽŲ§Ų”ŁŽ Ų§Ł„Ų¢Ų®ŁŲ±ŁŽŲ©ŁŽ

ā€œWanita mana saja yang memakai harum-haruman, maka janganlah dia menghadiri shalat Isya’ bersama kamiā€ (HR. Muslim no. 444).

Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ā€˜alaihi wa sallam bersabda,

Ų£ŁŽŁŠŁ‘ŁŁ…ŁŽŲ§ Ų§Ł…Ł’Ų±ŁŽŲ£ŁŽŲ©Ł Ų§Ų³Ł’ŲŖŁŽŲ¹Ł’Ų·ŁŽŲ±ŁŽŲŖŁ’ ŁŁŽŁ…ŁŽŲ±Ł‘ŁŽŲŖŁ’ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ł‚ŁŽŁˆŁ’Ł…Ł Ł„ŁŁŠŁŽŲ¬ŁŲÆŁŁˆŲ§ مِنْ Ų±ŁŁŠŲ­ŁŁ‡ŁŽŲ§ ŁŁŽŁ‡ŁŁŠŁŽ Ų²ŁŽŲ§Ł†ŁŁŠŁŽŲ©ŁŒ

ā€œSeorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacurā€ (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Jika setiap wanita memperhatikan shalatnya dan menjaga kehormatan dirinya, maka ia akan mendapatkan keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini.

Ų„ŁŲ°ŁŽŲ§ ŲµŁŽŁ„Ł‘ŁŽŲŖŁ Ų§Ł„Ł’Ł…ŁŽŲ±Ł’Ų£ŁŽŲ©Ł Ų®ŁŽŁ…Ł’Ų³ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ ŁˆŁŽŲµŁŽŲ§Ł…ŁŽŲŖŁ’ Ų“ŁŽŁ‡Ł’Ų±ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ ŁˆŁŽŲ­ŁŽŁŁŲøŁŽŲŖŁ’ ŁŁŽŲ±Ł’Ų¬ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ ŁˆŁŽŲ£ŁŽŲ·ŁŽŲ§Ų¹ŁŽŲŖŁ’ Ų²ŁŽŁˆŁ’Ų¬ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ Ł‚ŁŁŠŁ„ŁŽ Ł„ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ Ų§ŲÆŁ’Ų®ŁŁ„ŁŁ‰ Ų§Ł„Ł’Ų¬ŁŽŁ†Ł‘ŁŽŲ©ŁŽ مِنْ Ų£ŁŽŁ‰Ł‘Ł Ų£ŁŽŲØŁ’ŁˆŁŽŲ§ŲØŁ Ų§Ł„Ł’Ų¬ŁŽŁ†Ł‘ŁŽŲ©Ł ِؓئْتِ

ā€œJika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, ā€œMasuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau sukaā€ (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Wallahu waliyyut taufiq.

Muhammad Abduh Tuasikal

Tinggalkan Balasan