3:03 pm - Senin Agustus 22, 7712

Saatnya Menghidupi Ansor, Bukan Hidup dari Ansor

447 Viewed

Jakarta, NU Online
Untuk membangun organisasi modern yang solid, sudah saatnya kader Gerakan Pemuda Ansor sebagai penopang utama organisasi menjadi kader mandiri yang mampu “menghidupi Ansor, bukan hidup dari Ansor”. Artinya, kader mesti memberi manfaat kepada organisasi bukan semata mengambil untung dari organisasi. Kemandirian kader antara lain dapat diwujudkan dengan berwirausaha.

Demikian dikatakan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Barat Alfanny dalam Pelatihan Kewirausahaan yang diadakan PC GP Ansor Jakarta Barat pada 17-19 Juni 2016 di Pesantren Darur Rosyid Kalideres, Jakarta Barat.

Dalam pelatihan kewirausahaan tersebut, sejumlah pemateri dari Kementerian Koperasi dan UKM, perbankan, akademisi, dan pengusaha berbagi pengetahuan kepada peserta antara lain tentang koperasi, manajemen keuangan, analisis peluang usaha, akses modal atau kredit usaha rakyat (KUR), strategi pemasaran dan sebagainya.

Pelatihan diikuti sekitar 40 peserta utusan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor se-Jakarta Barat, santri/ustadz Pesantren Darur Rosyid, utusan IPNU-IPPNU, dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sekitar pesantren.  Mereka tampak antusias menyimak dan berdiskusi seputar materi pelatihan dengan para instruktur.

Sebagian dari peserta adalah pelaku UMKM yang sudah aktif berwirausaha di sejumlah sektor bisnis seperti kuliner, pakaian, suvenir, percetakan dan sebagainya.  Pada kesempatan tersebut, PC GP Ansor Jakarta Barat juga memberikan kenang-kenangan kepada para instruktur berupa produk oleh-oleh unggulan khas Jakarta yang dimiliki kader Ansor Jakarta Barat.

Pelatihan Kewirausahaan tersebut akan ditindaklanjuti antara lain dengan Pelatihan Marketing Online yang akan diadakan pasca Idul Fitri agar peserta dapat lebih efektif memasarkan produknya secara online. (Abdurrahman/Mahbib).

prev-next.jpg

Inna Lillahi, Dr. H. Chabib Toha, MA Pimpinan LP Maarif Jateng Meninggal Dunia

prev-next.jpg

Antisipasi Pencurian Ikan Oleh Asing, Pemerintah Siapkan 6000 Kapal Nelayan Di Natuna