Muslimedianews.com ~ Puasa 6 hari di bulan Syawal, tepatnya setelah hari raya Idul Fitri merupakan bagian daripada puasa sunnah. Sebagaimaan puasa-puasa yang lainnya, puasa sunnah dibulan syawal juga harus berniat. Perlu diketahui bahwa ada perbedaan antara waktu niat puasa wajib (seperti puasa Ramadlan) dengan niat puasa Sunnah.
Perbedaannya adalah puasa wajib, niatnya harus dilakukan dimalam hari, mulai dari terbenam matahari sampai terbit fajar. Sedangkan puasa sunnah, niat boleh dilakukan sebelum terbit fajar asalkan belum tergelincir matahari dan belum memakan sesuatu apapun.
Bagaimana niat puasa Sunnah 6 hari bulan syawal?. Pada hakikatnya niat dilakukan didalam hati dan boleh dengan bahasa apapun. Oleh karena itu, adanya niatan/ keinginan/ kesengajaan didalam hati untuk puasa sunnah itu sudah mencukupi.
Bila niat puasa sunnah dilakukan dimalam hari maka redaksinya arabnya sebagai berikut :
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنّةً لِلّهِ تَعَالَى
NAWAITU SHAUMA GHADIN ‘AN SITTATIN MIN SYAWWAALIN SUNNATAN LILLAAHI TA’LA. Artinya : “Saya niat berpuasa besok dari enam hari di bulan syawal karena Allah Ta’ala”.
Bila niatnya dilakukan setelah terbit Fajar, cukup niatkan didalam hati semisal “Saya niat puasa syawal karena Allah Ta’ala” atau semisalnya.
Adakah pahalanya? Bila niat baru disengajakan dipagi hari atau disiang hari sebelum tergelincir matahari maka pahala puasa yang diperboleh adalah dimulai sejak niat telah dihadirkan didalam hatinya, waktu sebelum hadirnya niat, tidak ada pahalanya. Hal itu berdasarkan sabda Nabi Saw tentang niat: إنما الأعمال بالنيات / “segala perbuatan itu berkaitan dengan niat masing-masing”.
Oleh karena itu, sebelum adanya niat, belum dicatat pahala baginya, sedangkan setelah adanya niat, barulah tercatat pahala untuknya.
~Ibnu Manshur~
google_ad_client = “ca-pub-4649100839183457”; google_ad_slot = “1563105255”; google_ad_width = 336; google_ad_height = 280;