يَا وَاعِظِ النَّاسِ عَمَّا أَنْتَ فَاعِلهُ
يَا مَنْ يُعَدُّ عَلَيْهِ العُمْرُ بِالنَّفَسِ
اِحْفَظْ لِشَيْبِكَ مِنْ عَيْبٍ يُدَنِّسُهُ
إِنَّ الْبَيَاضَ قَلِيْلُ الْحَمْلِ لِلدَّنَسِ
كَحَامِلٍ لِثِيَابِ النَّاسِ يَغْسُلُهَا
وَثَوْبُهُ غَارِقٌ فِي الرِّجْسِ والنَّجْسِ
تَبْغِي النَّجَاةَ وَلَمْ تَسْلُكْ طَرِيقَتَهَا
إنَّ السَّفِينَةَ لَا تَجْرِي عَلَى الْيَبَسِ
رُكُوْبُكَ النَّعْشُ يُنْسِيْكَ الرُّكُوْبَ عَلَى
مَا كُنْتَ تَرْكَبُ مِنْ بِغَلٍ وَمِنْ فَرَسِ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا مَالٌ وَلَا وَلَدٌ
وَضَمَّةُ الْقُبْرِ تُنْسِي لَيْلَةَ الْعُرسِ
Wahai yang mengajak manusia melakukan kebaikan sebagaimana engkau sendiri mengamalkannya
Wahai yang umurnya selalu dihitung dengan detak tarikan nafasnya
Jagalah masa tuamu dari aib yang akan mengotori dirimu
Sesungguhnya baju putih itu peka terkena kotoran
Janganlah seperti orang yang pekerjaannya mencuci pakaian orang lain
Sementara pakaiannya sendiri dibiarkan penuh kotoran dan najis
Engkau mengharapkan kesuksesan namun enggan melangkahkan kaki ke jalan kesuksesan
Sesungguhnya perahu itu tidaklah mungkin bisa berjalan diatas daratan
Keranda mayat yang kelak engkau tumpangi akan melupakan segala kendaraan
Yang pernah engkau tunggangi seperti keledai dan kuda
Pada hari kiamat nanti tidaklah berguna harta dan anak
Dan himpitan alam kubur akan melupakan kenikmatan malam pertama (kemanten baru)
- Nasehat-nasehat Imam Syafi`i (w. 204 H), diambil dari kitab Mawa`idzu al-Imam asy-Syafi`i, jld. 1, hal. 23 (Maktabah Syamilah), dan Diwanu al-Imam asy-Syafi`i, jld. 1, hal. 57 (Maktabah Syamilah)
Sumber gambar: helow.id