1:07 am - Selasa September 22, 2020

Musim, Kenapa jadi Serba Salah?

1135 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Musim, Kenapa jadi Serba Salah?

JIKA musim kemarau sudah tiba, manusia akan bersiap-siap mengirit air. Berbeda dengan musim hujan manusia akan senantiasa menghambur-hamburkan air. Namun keadaan Tuhan tidak bisa disalahkan ketika kita menginginkan sesuatu kondisi dan Allah berkehendak lain maka kita wajib bersyukur dan berdo’a agar diberikan petunjuk yang lebih baik. Seperti hadits dibawah ini mengenai kota Madinah yang gersang.

Berdasarkan hadits dari Qatadah, dari Anas menjelaskan bahwa ketika Rasulullah SAW sedang berkhotbah jumat di Madinah, datanglah seorang laki-laki dan berkata, “Hujan sudah lama tidak turun hujan, mintalah diturunkan hujan kepada Tuhanmu!”

Kemudian beliau memandang ke langit. Saat itu, kami tidak melihat mendungnya awan. Kemudian beliau berdo’a memohon hujan. Tidak lama kemudian awan pun berkumpul dan akhirnya mereka pun diguyur hujan hingga menggenangi saluran air Madinah. Hujan itu terus menerus turun hingga ketika jumat berikutnya.

Ketika Rasulullah SAW, sedang berkhotbah, orang (yang meminta hujan) itu atau orang lain berkata, “Tergenang air, berdoalah agar kepada Tuhanmu agar Dia memberhentikan hujan yang menimpa kami!”

Kemudian beliau berdo’a “Ya Allah, turunkanlah hujan ke daerah sekitar kami dan janganlah ke lokasi kami.” Beliau mengucapkannya sebanyak dua hingga tiga kali. Lalu, awan pun menyingkir dari kota Madinah ada yang kea rah kanan dan ada pula ke arah kiri. Kemudian menghujani daerah sekitar kami, dan tidak membahayakan kepada kami sedikitpun. Demikianlah Allah membuktikan kemuliaan Nabi-Nya dan mengabulkan doanya. (HR. Bukhari )

Nah, itulah realitasnya yang sering kita dapati di muka bumi ini, lalu tindakan kita selanjutnya yaitu bagaimana kita menghadapi keadaan yang menjadi musibah bagi kita, hendaklah kita memohon ampun dan berdoa kepada Allah, agar segala sesuatu musibah dapat  dikendalikan dengan keyakinan kita terhadap Allah. [Sumber: 11 dari 101 Kisah Tawa dan Senyum Nabi Muhammad SAW/Karya: Abu Islam Ahmad/Penerbit: Al-Qalam]

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.

Pemuda dalam Dekapan Liberalisasi

Merapikan Alis

Related posts