4:00 pm - Senin September 18, 2890

Belajarlah ! Karena Kita Ditakdirkan Menjadi Seorang Pembelajar

962 Viewed
Diskon 50% Website Dayah & Sekolah

Belajarlah ! Karena Kita Ditakdirkan Menjadi Seorang Pembelajar

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. ( Al-Mujaadilah : 11) kita adalah pembelajar di kehidupan ini, tanpa di sadari semua detik yang kita lalui memberikan pelajaran untuk kita. Pembelajaran kehidupan yang semakin menempa kita untuk tetap bertahan dalam menjalani perjalanan panjang ini. di sadari ataupun tidak kita adalah pembelajar yang sejati. Hampir semua dari kita selalu mengatakan “ada hikmah di balik kejadian ini” secara tidak langsung kita sedang mencari pembelajaran dari apa yang terjadi dalam kehidupan kita bukan ? tidak harus kita sadari kita senantiasa belajar, belajar dan terus belajar.

Kita di ciptakan di muka bumi ini sebagai kholifah (pemimpin) tidak hanya memimpin masyarakat banyak namun juga memimpin diri sendiri. seorang pemimpin hendaklah tidak terbatas dengan keilmuan nya seorang pemimpin harus pandai dalam segala hal. Karnanya kita di perintah untuk senantiasa belajar. Seorang pembelajar tidak akan berdiam saja, ia akan senantiasa tenggelam dalam lautan ilmu. semakin ia belajar, semakin jauh untuk kesombongan. Karna tidak pantaslah kita menyombongkan diri.

Ada kata hikmah yang menyatakan : “Ilmu ada tiga tahapan. Jika seorang memasuki tahapan pertama, ia akan sombong. Jika ia memasuki tahapan kedua ia akan tawadhu’. Dan jika ia memasuki tahapan ketiga ia akan merasa dirinya tidak ada apa-apanya”. Sahabat, apalah yang pantas untuk kita soombongkan. Kita tidak ada apa-apanya di banding dengan yang lain. Masih ada yang lebih baik di antara yang baik. Masih ada yang lebih segalanya dari kita. Seorang pembelajar tidak ada waktu untuk sombong, Seorang pembelajar justru akan semakin tawadhu dan bertakwa. Karnanya ilmu yang di galinya akan senantiasa mendekatkan diri kepada sang pemberi ilmu

allah Azza wa Jalla berfirman dalam surat 18. Al-Kahfi ayat 109 :

“Katakanlah : “Seandainya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabbku, maka pasti habislah lautan itu sebelum selesai (penulisan) kalimat-kalimat Rabbku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”

Seorang pembelajar akan senatiasa selalu merendahkan diri. Sebuah proses belajar ialah sarana di mana agar seseorang berubah dari yang kurang baik menjadi lebih baik, yang kurang bijak menjadi seorang yang bijak, dan yang belum mengerti menjadi lebih mengerti. Belajarlah! Di semua yang kita jalani semua memberikan pembelajaran hanya saja tidak banyak yang memahami itu, belajar sering di hubungkan dengan keadaan di dalam ruangan yang terdiri dari murid dan guru. Tetapi pembelajaran sebetulnya tidak hanya di lakukan di dalam ruangan saja. Saat berjalan, terdiam, berlari dan semua yang kita lakuakan akan mengandung sebuah pelajaran.

Sebuah kesuksesan tidak ada yang tanpa sebuah pembelajaran bukan? Kita adalah calon pembelajar yang sukses. Selain memahami atau mempelajari dari semua yang terjadi dalam kehidupan kita. Kitapun hendaknya melukiskan arah untuk menjadi pembelajar sejati dan sukses. namun untuk menjadi pembelajar yang sukses kita hendaklah memiliki sebuah impian. Impian itu yang akan mengantarkan kita kepada kesuksesan dan menjadi seorang pembelajar di setiap moment yang kita jalani. Tanpa arah tujuan seseorang akanteromabang ambing, niat untuk belajar akan menurun bahkan hidupnya hampa untuk memberikan suplemen motivasi untuk dirinya saja sulit bagaimana bisa menyuntikan semangat untuk orang lain. Sebuah kehidupan memiliki akhirnya begitupun dengan kita semua dari kita tentu memiliki impian yang harus di capai di hari mendatang. Semua tidak instant, semua perlu proses dan selama proses itu kita di tuntut untuk terus belajar dan menjadi seorang pembelajar.

Ries Yulia

Diskon 50% Website Dayah & Sekolah
Don't miss the stories followCyber Dakwah and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Menjadi Wanita Soleha, Haruskah Menunggu Lelaki Soleh dulu?

RENUNGAN…

Related posts